Home » Membangun Pendidikan dari Pinggir : Catatan Perjalan Kadis NTB di Wilayah Lingkar Utara-Selatan, Ujung Timur Bima NTB

Membangun Pendidikan dari Pinggir : Catatan Perjalan Kadis NTB di Wilayah Lingkar Utara-Selatan, Ujung Timur Bima NTB

Pagi masih perawan. Waktu menunjukan pukul 06.00 WITA. Kendaraan yg ditumpangi melesat dari jalanan beraspal menuju Wera. Pagi itu, 17/9/2021 kabut tipis masih memeluk pinggang bukit Ncai Kapenta.

Perjalanan Kadis Dikbud NTB Dr. H. Aidy Furqon, M.Pd. kali ini terbilang menantang. Cuaca sangat panas. Sementara matahari menikam dengan sengatannya karena memang berada di puncak kemarau.

Sekolah yang disasar adalah sekolah yang terletak di pinggir atau pesisir mulai dari bagian Utara, Wera hingga menembus jalan lingkar Wera-Sape. Andil Guru Garis Depan (GGD) benar2 sebagai salah satu penopang bagi kemajuan sekolah. Perannya mereka sbg agen perubahan sangat terasa. Sebelum melanjutkan perjalanan, Pak Kadis, atas permintaan warga masyarakat dan pengurus mesjid, didaulat menjadi khatib salat Jumat.

Warga masyarakat mengaku bahagia dan puas atas kunjungan pejabat nomor satu di lingkungan dikbud NTB ini. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke beberapa sekolah lainnya.

Kesan yang menjadi kebanggaan tersendiri dari hasil kunjungan ini adalah kreativitas para Kepala dan warga sekolah yang layak diacungi jempol meskipun serba terbatas namun mampu mengubah tantangan dan keterbatasan menjadi peluang.

Hebatnya, sekolah2 tersebut dibangun di atas gunung, pinggang bukit dan di pinggir laut dengan enterpreneur yang pantang menyerah. Entah kata apa yg cocok untuk dianugerahkan bagi jerih payah mereka.

Perjalanan terhibur ketika melewati lautan lepas yang menghubungkan NTT dan NTB. Dari kejauhan pesona Pulau Komodo menggoda mata memandang.

Pemandangan sedikit kontras antara birunya laut biru dengan gersangnya alam pegunungan yang dilalui. Di tengah terik, haus dan dahaga, rombongan selalu terhibur oleh hidangan humor-humor segar yang meluncur dari bibir Abu Macel, sang kreator seni budaya kebanggaan Dikbud NTB.

Sesungguhnya Perjalanan ini bukan hanya dimaknai sbg kunjungan kerja semata, tetapi lebih dari itu pihak Dikbud NTB mencoba menyadap aspirasi, mendengar desahan para pejuang Pendidikan, menemui anak-anak bgs yg lugu dan polos di wilayah terluar nun jauh di sana dgn sentuhan yang humanis agamais.

Semoga spirit membangun pendidikan tak pernah ada kata berhenti, laksana matahari yang tak pernah lelah bersinar tanpa menanti ucapan terima kasih.